sepintas kecerewetan

Sabtu, 25 Juni 2011

Telegram

Katarina Ningrum ingin menonton wayang orang di Candi Prambanan koma Jawa Tengah koma saat terang bulan titik

:)

Musim Panas

Sudah kira-kira 2 minggu terhitung sejak kedatangan Makhluk L di rumah saya.  Cuaca benar-benar panas dan tidak mau menampakkan gejala hujan.  Langit selalu biru cerah, bersih dari awan-awan kelabu.  Sebetulnya saya sangat menyukai suasana cerah meriah begini. Sayangnya, kalau keluar rumah di siang bolong...aw...nggak deh.  Panas terik sengit menusuk-nusuk bagian atas hidung saya, bikin sakit kepala, dan keringetan.  

Musim panas benar-benar datang, kawan! Kali ini bukan pancaroba, tapi musim panas sejati.  Udaranya hangat, mataharinya gilang gemilang, dan langitnya biru terang.  :D Enak sih, kalau nggak bawa payung pun jalan-jalan hati tenang. Tumben, cuaca nggak ganjil seperti tahun lalu.  Sekarang Juni, musim panas, nggak keliru sama sekali!

Tapi ada yang agak aneh sih.  Biar panas begini, kok kulit muka saya kering ya? *anomali  
Untung ada manusia yang menciptakan pelembap wajah...hahaha!

Pas hari Kamis di CCF, kelas 1.2-nya saya cuma dihadiri 2 murid.  Saya dan Putra dan Mademoiselle Tanti.  Acara kami nonton film, jadi kami digabung sama kelas 1.2 tetangga dan jadilah setelah berminggu-minggu selalu berada di kelas yang kosong melompong sepi bin sunyi, saya menikmati keramaian sebuah kelas yang seharusnya! Apalagi dominannya cewek-cewek, jadi seru.  

Kami nonton film L'auberge Espagnole! :) Sebuah film tentang seorang mahasiswa dari Perancis yang merantau ke Spanyol untuk kuliah di Erasmus.  Dia punya pacar (diperankan oleh Mbak Audrey Tatou) dan ibu di negara asal.  Lantas ia menemukan teman-teman baru seapartemen (yang gokil-gokil nggak keruan) serta sepasang suami-istri kaya raya.  
Filmnya uniik sekali.  Filmografinya sangat menarik.  Efek-efek dramatis dibuat komikal sekaligus memanjakan mata dengan desain-desain dan animasi menyenangkan.  Lagu-lagu latarnya sangat mendukung! Sebuah film yang utuh dengan konflik-konflik heboh tetapi di sisi lain mengharukan juga! Porsi komedi film ini juga pas sekali.  Yuhuu! Kami ngakak-ngakak bersama di beberapa titik yang memang lucu banget.


 Sudah...deh, posnya selesai.  Selamat menikmati 'musim panas niat' tahun ini! :D




Minggu, 19 Juni 2011

Anak-Anak DEWA! *atau titisan Mozart, entahlah

Sabtu tanggal 18 Juni 2011, saya pergi sama guru piano, Kak Angie, naek Transline, ke Ibu Kota! *bangga lo? 

Tujuan kami adalah Yamaha Building di dekat Plaza Semanggi tempat kami berhenti, mau nonton Yamaha Piano Competition 2011 tingkat nasional.  Kabarnya bagus-bagus soalnya.  Guru saya ngotot ngajak saya lihat, "Pokoknya kamu mesti nonton, Ningrum!" 

Saya pun menaati amanat beliau dan kami berangkat.  Jam 5 pagi kami berangkat dari Bandung, cuma berduaan di dalam mobil Transline-nya.  Kami sama-sama ketiduran di dalam mobil, dan kami tiba pukul tujuh di Jakarta.  Agak...kepagian sih.  Makanya nongkrong dulu di Dunkin Donuts sembari mengobrol tentang parahnya mental orang Indonesia (nggak bercanda, lho).  Udah gitu, begitu masuk Dunkin, kami mendengar siaran radio yang isinya kecelakaan-kecelakaan.  Ah, nggak enak banget, pagi-pagi udah masukkin hal seperti itu ke kepala.  

Tapi sudahlah, saya pun menyesap Latte Tiramisu hangat seharga tujuh belas ribu lima ratus Rupiah.  Ya itu, sambil ngobrolin orang-orang Indonesia.  

Sejam kemudian kami ke gedung Yamaha.  Setiap kali mau naik elevator, lupa mencet tombol terus (dan kenapa ya, yang lupa dua-duanya, minimal ada satu orang inget, kek).  Namun kami sampai dengan selamat di lantai lima setelah keliilng kota ke lantai tiga dan empat.  

Jam setengah sepuluh, ada gladiresik sekaligus nyoba piano.  Itu kaget tahap satunya, kawan-kawan.  Yang  ikut masih kecil-kecil, unyu! Tapi begitu nyentuh piano di panggung, mainnya gila-gilaan! Umur mereka berapa sih, belum tahu.  Soalnya belum dapat buklet.  

Hanya saja, bayangkan: 

Seorang bocah kecil, duduk di bangku pianonya pun di ujung banget, kakinya lurus 45 derajat nyentuh pedal, udah susah payah, pokoknya badannya masih kekecilan banget!

Ia menarik nafas.  

Lalu ia meletakkan tangannya di atas tuts hitam-putih tersebut.  

Dan ia memainkan salah satu etude berjudul Winter Wind karya Chopin.  WOW banget! (seperti ini lah kira-kira, tapi live, jadi bikin merinding bener-bener merinding).  

Saat pertunjukan sebenarnya dimulai, tambah-tambah deh saya syok! Anak-anak kecil itu kok main lagunya canggih-canggih, ya? Yang partiturnya aja saya kadang nggak berani baca saking dahsyatnya! Umur mereka rata-rata 6-11 tahun, ini yang kategori A.  Bikin merinding karena kaget sama ukuran mereka yang kayaknya kontras sekali dengan kematangan bermain mereka.  Gayanya dapet, musiknya mulus, rapi-rapi...beuh! 

Kategori B sensasinya lain.  Usia mereka sekitar 12-20 tahun, ada sembilan orang.  Memang sudah lebih jadi, tapi ternyata tidak serapi anak-anak kecil dari Kategori A.  Cuma, di sini cowoknya banyak, dan melihat mereka main piano...aih...jatuh cinta aja lho.  Kayaknya memang kalau cowok lagi main musik, gampang bikin terpukau.  Saya sampai nggak nafas aja nonton salah satu kontestan dari Batam! Terus yang terakhir, namanya Wilson, itu mainin lagu gaya Meksiko dengan kerennya.  Pakai loncat-loncat segala. Di akhir lagu, ia memainkan beberapa nada, berdiri, dan membanting tuts keras-keras sebagai penutup (dan memang buntut lagunya begitu).  Saya lagi-lagi nggak nafas selama lima menit lebih! *masih hidup juga

Dan akhirnya...setelah sekian lama...TOMBOL SAYA KEPENCET BENERAN! Begitu balik dari Jakarta, sudah diasupi Fish Sandwich-nya A&W, saya betul-betul mandi, makan, latihan piano dari jam delapan sampai jam sembilan lebih.   Latihan pianonya sepenuh hati, sampai terharu sendiri.  Saya mikir, masa saya nggak bisa, sih? Anak kecil aja bisa semaksimal itu, masa saya ogah-ogahan?  Sebegitu parahkah sifat moody saya?

Memang saya cinta banget sama piano.  Maaf ya, kadang-kadang saya suka menelantarkan piano karena merasa sudah bisa, padahal saya belum berlatih maksimal!  

Terima kasih, Kak Angie, sudah mengajak saya ke Jakarta, sehingga tombol saya kepencet.  Hihi! :D Senangnya! Sekarang saya punya semangat main piano yang berjuta-juta lipat ganda! 

xoxo

My Photography Issue

introduction
I love photography.  I may not bring an SLR digital camera everywhere like every other persons out there, but I enjoy capturing moments!

My favourite objects are human's expresions, stuffs (I'm a little materialistic in some cases), plants, sky (especially the blue one), rainbow, and buildings.

Well, here's my photograph pieces I made lately.  Edited with Adobe Photoshop Trial Version, and the theme is:

Materialistic. 

spread all my stuffs inside the bag!  Sketchbook, magazine, almost-carbon-neutral notebook, stationeries, hair shine-enhancer, mini brush, lip balm, chocolate, and purse! 

the skin care range I've been using since 2010: Seaweed from The Body Shop.  I'm good with them.

Refreshing trio.  :)

My make-up weapons: mineral foundation with SPF 25, blush on (Mama bought this long-long time ago from her friend Oriflame consultant), mascara, and...eye shadow (a gift from my grandpa's distant sister or whatever is the connection).  I don't do make-up everyday, but I love to analyze a make-up kit! :)


my favourite accesories! :) Bangles, 'angklung' necklace liontin, a vintage small necklace, Eiffel Tower, and a necklace from Bali

Thank you God, this Rainforest Haircare product has arrived in stores! :) Bought them along with Nutriganics toner and eye definer + sharpener (all with 20% discount). Yipiie!


I'm truly a girl with special addiction to that kind of things, right? Lol.  *when I was younger I thought I'm a little emo and not a girly type (I even said I hate make-up, I didn't wash my face with cleanser for chemical-avoiding reason, I won't buy too much skin care...), but, life goes on together with change.  :P

Thank you, thank you for reading.  xoxo

Rabu, 15 Juni 2011

Kedatangan Makhluk L

Rumah saya memang bisa didatangi bunglon dan burung gereja, burung kutilang polisi, burung perkutut...udah kayak stasiun persinggahan hewan-hewan liar. 

Pagi yang biasa saja, yaitu kemarin, Mama saya tiba-tiba teriak-teriak.  Katanya ada makhluk aneh naik ke genteng.  Kelihatan buntutnya doang, mirip bunglon gitu.  Nah, setelah berhasil mencuci baju walau penuh teror di kebun belakang itu, Mama masuk ke dalam dan mulai syalala nggak inget lagi.  Lalu datang Inez.  :D 

Nah, tiba-tiba dari lantai dua yang kelihatan genteng, Mama saya teriak-teriak lagi! "Niiing! Itu muncul makhluknya!"

Maka saya dan Inez ngajrungcing ke atas.  Penasaran.  Eh, di balik genteng seng, di pinggiran banget nempel tembok, tampak sebentuk kepala makhluk yang berciri khas seperti reptil.  Kami curiga itu ular.  Tapi lama-lama dilihatin, tuh makhluk malah keluar-masuk nggak jelas, cuma kepalanya doang.  Akhirnya kami menyerah dan berkegiatan sendiri-sendiri.  

Eh! Nggak lama kemudian Mama saya teriak-teriak lagi! "Ning! Kepalanya muncul! Panjang! Itu ular lho!"

Saya naik lagi ke atas dan...WOW! Ternyata memang lehernya memanjang! Itu ular! Gile.  Ada ular dong di rumah.  Langsung Mama telepon Pak Wahyu, Spiderman-nya Babakan Jeruk! Ahlinya manjat-manjat dan pertukangan.   Lalu sambil menunggu Pak Wahyu, kami nunggu si makhluk misterius bergerak.  Nggak lama, dia keluar! 

Satu-satu, keluar kepalanya.  
Dua-dua, lehernya kelihatan. 
Tiga-tiga...lho, ada kakinya?!
Satu-dua-tiga, BIAWAK SEGEDE GABAN!!! Merayap di tembok...jalan...pelan-pelan tapi pasti...celingukan...

Nggak lazim banget deh.  Apa itu!? Mama-Inez-saya pun bengong berjamaah.  Diam-diam bersyukur itu bukan ular (karena resiko berbisa + melilit + sembunyi entah di mana + dan gede banget bo!), tapi juga tetap syok karena itu biawak kayaknya salah tempat banget! 

Alhasil...hari itu benar-benar menjadi aneh.  

Mangkaning paginya saya ngelihat jenazah cicak di lantai rumah (saya yang nyapu, sambil geli-geli gimana).  Terus Inez melihat almarhum tokek di jalan... eh, dateng rajanya.  Ampun deh, ampun.  Aneh!

Nama Makhluk L saya kasih karena dia sangatlah lieur! Alias pusing dalam Bahasa Sunda.  :)) 

n.b : Biawaknya datang lagi ke genteng saya pagi ini! Lagi-lagi Mama yang lihat.  Dasar lieur

Sabtu, 11 Juni 2011

She Him - Sweet Darling

She Him - Sweet Darling

Eric Legnini Trio

Saya baru nonton jazz dari Eric Legnini trio!  Teman-teman yang pergi bersama adalah Esther, Inez, dan Arthur.  Dari sore kami sudah nongkrong bikin kerusuhan di warung Lezat, depannya Gramedia Merdeka.  Tempat bernuansa kayu-kayu yang menyediakan hidangan-hidangan sedap seperti: pisang bakar, roti panggang, mi hijau, kentang goreng, dan jus alpukat.  

Dan jangan lupa, lampionnya setinggi kepala Inez! Hahaha. :P  

Sesudah cukup jenuh berada di sana selama sejam lebih, main Tanya Pak Polisi, foto-foto sama lampion, dan berpikir-pikir mau ngapain sampai jam setengah tujuh entar malam (pertunjukan mulai jam 7.30, tapi karena gratis, harus buru-buru), kami pun melangkah keluar dan jalan ke Ranggamalela.  Maksudnya mau menemui teman kami Kendi yang hari ini pembukaan toko di Rangga Point, sekalian nyari DVD.  

Nah, habis bertemu dan menambah penuh Rangga Point, kami pun keluar lagi.  Kali ini ke Wira Angun-Angun bermaksud menyambangi Movie Room.  Begitu sampai, TUTUP! *kecewa  

Diiringi kesedihan *lebay, kami pun memutuskan untuk makan yang dingin-dingin.  Kami berputar-putar mencari batangan untuk memilih mau ke Riau Junction atau Pisetta (saat itu kami ada di tengah-tengah Jalan Bahureksa).   Kami memakai sedotan, tapi malah bingung, yang dipakai ujungnya atau tekukannya.  Akhirnya kami menemukan sumpit bambu yang ujungnya runcing.  Dan akhirnya sang sumpit memilih: Pisetta! 

Kami makan es krim di Pisetta.  :9 Saya dan Esther, sama seperti waktu di Lezat, lagi-lagi memilih menu yang sama dan bahan yang sama (PISANG! Lezat: Pisang Panggang Susu Coklat Keju, Pisetta: Banana Cherry).  

Setelah menjilat-jilat es krim, kami pun berhenti mengudap dan pergi ke CCF.  Parah! Mentang-mentang gratis, penuh banget deh... sampai waktu pintu dibuka, masuknya berjejal-jejalan.  Untung kebagian tempat duduk di sayap kiri tepat di undakan sehingga panggung terlihat jelas.  

Pertunjukan dimulai sedikit telat (biasalah) tetapi cukup singkat untuk sebuah pertunjukan jazz.  Kira-kira pukul setengah sepuluh udah beres! Biasanya kalau jazz kan molor-molor... 
Tetapi musik singkat yang hebat itu telah membuat saya terobsesi untuk latihan piano

Kalau dipikir-pikir, piano memang teman saya dari kecil.  Memang dulu saya malas latihan *ngaku, tetapi saya selalu suka mendengar suara piano.  Di mana-mana, kalau kedengeran suara piano, pasti langsung semangat.  Apalagi dulu waktu zaman tinggal di Jalan Gempol Wetan 30, piano sewaan ada di dalam kamar tidur saya! Bayangin.  
Pagi-pagi, entar Papa saya masuk terus mencet-mencetin tuts piano supaya saya bangun.  Sore, saya latihan piano sampai eneg-eneg kelamaan.  Malam, sebelum tidur bisa main piano dulu.  Kalau lagi libur atau pulang pagi (jam 9 misalnya, waktu itu saya masih SD), saya suka main-mainin piano.  Pokoknya menggila sekali!

Tanpa disadari, keadaan itu membuat saya seakan kecanduan piano.  Waktu SMA saya baru sadar: kalau saya sakit, entah itu masuk angin atau demam akibat influenza, begitu saya sembuhan sedikit, hasrat saya cuma satu: MAIN PIANO! Dan anehnya, kalau diturutin dan saya mulai dentang-dentingin piano, pasti saya sembuh dengan cepatnya! 

Sampai sekarang saya masih les piano.  Walau kadang frustasi kalau ada yang nggak kunjung saya kuasai (misalnya Capricio-nya Bach dan aural), atau sedih karena diomelin guru (dan bikin saya main dengan mata berkaca-kaca, kalau diajak ngobrol suaranya gemetaran, air matanya keluar, terus akhirnya guru saya bilang, "Aduh, maaf..."-terjadi 2 kali), atau kadang capek latihan dan malas-malasan...apa pun hambatannya...SAYA CINTA PIANO! :D 

xoxo, Piano! :) 

n.b: Semarah apa pun gurumu, beliau marah karena ingin kau maju, bukan supaya kau menyerah. Semuanya tergantung sikapmu menghadapi kritikan darinya. :)


Rabu, 08 Juni 2011

Aymbek

Saya datang lagi...membaca sejumlah berita sukacita! 

Pada hari Minggu, kuturut SLCO pergi ke Taman Kupu-Kupu Cihanjuang! :)  Tempatnya lumayan asyik lho. Terletak di dataran tinggi Bandung dengan cuaca yang tetap saja panas karena matahari terik bersinar, menyajikan kupu-kupu beterbangan dalam kungkungan jaring serta penangkaran kepompong yang unyu-unyu. ;)  Berikut foto-fotonya: 

rona jingga

berjemur

penangkaran kepompong

menempuh hidup baru
Tadaaa! :D Yang paling lucu itu melihat kupu-kupu keluar dari kepompong.  Perjuangannya... ihihi! Selain kupu-kupu, di areal Taman Kupu-Kupu Cihanjuangnya ada pula taman kelinci dan taman bermain anak-anak! :D 






Seru banget sih, kalau kata saya. :) Memang lebih kecil dari Kampung Gajah (ya iyalah, namanya juga GAJAH), tapi lebih nyaman karena ukurannya itu.  Oh iya, tempat makan juga ada kok, walaupun nggak kepotret karena kamera saya udah keburu abis batere dan udah lapar, sibuk makan. :P 

Dan itulah, hari Minggu saya. 

Sekarang mari saya perkenalkan Anda dengan...Kawan-Kawan Benda Mati saya! :D Hahaha. 


1. Sepatu Sahabat Sejati
...memang tampangnya sudah belel tiada terkira, tetapi sejak 2010, sepatu ini setia banget jadi teman main saya.  Dulu dibeli untuk kebutuhan prom night SMA Yahya.  Udah gitu pas ke Jakarta main di Gedung Kesenian, saya juga bersama dia... (3 harieun).  Dan banyak lagi acara-acara yang membuat saya dan dia bersama.  Pokoknya ke mana-mana harus sama dia! Tetapi dia telah begitu tua dan kotor kena lumpur.  :P Sudah dicuci, sebagian lumpurnya masih agak nempel.  Huf.  Tapi percaya atau tidak...ini sepatu nyamannya...tiada tanding! Soalnya dalemnya empuk agak tebal.  Biasanya saya alergi flat shoes karena kaki ngejegrang nggak bisa pakai sepatu cantik atau bagian depannya kecil. 

Ini dulu saya belinya di Matahari Istana Plaza, lagi diskon jadi 50ribu Rupiah-an, beli dua, satu lagi warna coklat bahannya lebih keras.  


2. Sepatu Baru 
Ini sepatu baruku, beli lagi diskon di Misyelle BIP.  99.900 Rupiah dan modelnya memang yang selalu aku cari-cari dengan warna kopi ideal! Suka banget! :*

Dibeli karena salah satu sepatuku yang bertali udah jebol bawahnya (aw).  :D 


3. Sahabat Wajah
Saya memercayakan perawatan muka saya kepada merek yang saya cintai yaitu The Body Shop (terdengar seperti iklan? Ya!).  Kali ini khusus ngomongin sabun cuci muka.  *dear Inejh, jikalau Anda membaca pos ini: iya, sekarang saya cuci muka pakai SABUN.  Sejak tahun lalu, bulan April tepatnya, saya menggunakan Seaweed Deep Cleansing Facial Wash.  Belinya di booth TBS di Centro Kuta, Bali! Lagi korting 20%! *dasar demen yang diskon-diskon , langsung saya pakai selama liburan perdana di Bali itu.  Sampai deket akhir tahun nggak habis-habis, satu tub isi 100 ml kalau nggak salah. Udah gitu saya beli lagi deh. Soalnya nggak bermasalah dan enak dan bersih.  
Tapi, tapi, oh tapi, saya tuh kemarin, bulan April, karena beli beberapa produk di TBS, saya dapet voucher yang berlaku untuk pembelian Nutriganics.  Ini range baru The Body Shop (baru sampai di Nusantara, tepatnya) yang dapet sertifikat EcoCert! Saya sih dari zaman kapan udah tertarik melihat keberadaannya di negeri seberang sana (baca: Inggris, dll.).  Soalnya sebagian besar bahannya alami dan sebagian kecil bahannya organik.  Akhirnya, berkat si voucher, saya beli juga Nutriganics Foaming Facial Wash, tepat di hari launchingnya tanggal 5 Mei 2011! (dan lagi-lagi diskon 25.000 ditambah 15% karena anggota Love Your Body--kartu member TBS).  Selain itu saya dapet tester gratisan dari mbaknya.  Dicuciin muka dong, di dalem toko! Lengkap dengan penyegar, serum, dan pelembap! Benar-benar pengalaman aneh tapi berkesan.  Tapi ya, aneh. Tapi ya, lucu.  Aroma Nutriganicsnya...ENAK! Kayak rumput.  Segar-segar menghanyutkan.  Dan ini dia...teman muka baru saya yang akan segera digunakan secara berkala karena SDCFW kedua saya sudah mau habis.  :D 


Demikianlah, apa yang saya ingin sampaikan di pos ini.  Panjang!!! Hahaha. Tapi anggaplah sebagai tebusan karena seminggu nggak nulis. *keranjingan blog 

Bicara soal Pramudita...blog campur aduk ini, maaf kata kalau ini blog nggak jelas konsepnya.  Tidak spesifik tentang fashion, atau reviews, atau beauty, atau art, atau music, atau apa lagilah.  Memang saya orangnya campur aduk.  Saya suka banget seni, saya demen banget kalau bisa pergi ke pameran dan lihat-lihat karya dua dimensi mau pun tiga dimensi.  Saya seneng ngeceng cowok-cowok gondrong di sana... *pengakuan dosa 

Saya juga cinta banget sama musik.  Hidup tanpa musik apalah artinya.  Kalau lagi sakit, saya malah main piano dan sembuh.  Kalau lagi bete, saya bunyiin viola saya supaya betenya pergi bersama nada-nada kadang fals itu.  Obrolan tentang musik susah habis kalau berjumpa orang yang tepat.  Dan saya...pemilih sekali soal musik apa yang masuk ke telinga saya.  

Saya pun cukup mengapresiasi fashion.  Saya baca ELLE, Bazaar, dan semuanya! Dan saya selalu suka baca majalah begituan.  Saya senang banget kalau melihat gaya-gaya orang yang unik...


Saya juga punya ketertarikan khusus terhadap produk kecantikan.  Yang ini dari kecil.  Nggak tahuu, kenapa.  Suka banget kalau lihat alat kosmetik.  Makanya saya suka baca majalah cewek, soalnya banyak membahas hal-hal seperti itu.  


Saya seorang pecinta lingkungan hidup.  :) Saya mengharapkan kelestarian orangutan (dan saya cinta banget sama hewan ini).  Saya ingin orang lebih tertib buang sampah, saya bahkan suka disebut-sebut kalau ada yang mau buang sampah sembarangan: 


*seorang teman mau buang sampah sembarangan
*seorang teman lagi bilang: "Eh, hati-hati dimarahin Ningrum!" 


*melihat tas belanja substitutif keresek di toko suvenir 
*seorang guru berkata, "Ini kesukaannya Ningrum!"


Anyway, nikmati sajalah blog pramudita yang serbaada ini.  Semoga apa yang kalian baca membangkitkan inspirasi untuk membuat hidup kalian dan dunia kalian menjadi jauuuh lebih baik dan menyenangkan.  


Life is a playground.  Let's have fun! 
-Abang saya-

n.b: main ke sini, deh, KERENNNN banget.